Jl. Sepat 691 A, Kauman, Bangil, Pasuruan, Jatim Indonesia

Kantor Pemasaran:

Jl. Jakarta No.28, Perak Tim., Kec. Pabean Cantian, Kota SBY, Jawa Timur 60164

Kontak Info

Telpon : +62 31 329 1655 (ext. 15)

HP/WA: +62 81 803 242453

Email: [email protected]

Website: www.siwakfindonesia.com

Edit Template

Author name: RahayuPuspasari

Post

Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti dan Ampuh

Mengingat pentingnya kesehatan mulut yang optimal, sakit gigi adalah salah satu masalah pada gigi dan mulut yang paling menyiksa. Ungkapan lebih baik sakit hati daripada sakit gigi tampaknya terdengar logis. Pasalnya, sakit gigi tidak hanya membuat Anda kesulitan untuk makan saja, namun juga dapat mempengaruhi suasana hati dan bahkan kesehatan Anda secara menyeluruh. Lantas, bagaimana cara mengobati sakit gigi yang ampuh? Simak ulasannya di bawah ini. Memahami Sakit Gigi Sakit gigi adalah rasa nyeri yang Anda rasakan di dalam atau di sekitar gigi. Intensitas nyeri yang ditimbulkan dapat berkisar dari ringan hingga parah. Anda bisa merasakan nyeri tajam yang terjadi secara terus menerus atau hilang timbul tidak menentu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari tumbuh gigi, gusi bengkak, gigi berlubang, abses gigi (adanya nanah di dasar gigi), gigi retak/patah, tambalan gigi lama yang rusak dan lain sebagainya. Gejala sakit gigi tidak hanya sekedar nyeri saja. Seringnya, kondisi ini disertai dengan banyak gejala lain yang tidak kalah menyiksa. Karena daerah rahang dan gusi yang berdekatan dengan gigi yang terinfeksi mengalami pembengkakan, Anda umumnya akan kesusahan untuk membuka mulut lebar-lebar. Akibatnya, proses menggigit dan mengunyah makanan jadi dua hal yang sulit dilakukan. Sakit gigi juga dapat membuat gigi Anda  sangat sensitif terhadap makanan manis serta suhu panas dan dingin. Jika tidak cermat dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi, gigi Anda akan terasa semakin nyut-nyutan. Bahkan gejala sakit gigi juga sering disertai dengan pusing, demam, sakit telinga, sakit leher, dan bau mulut.  Keseluruhan gejala inilah yang membuat rasa sakit semakin menyiksa hingga menghambat aktivitas Anda sehari-hari. Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?  Meski sakit gigi seringnya tidak mengancam nyawa, Anda jangan pernah menyepelekan kondisi ini. Dalam beberapa kasus, sakit gigi bisa jadi tanda dari kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Anda harus segera berkonsultasi ke dokter apabila sakit yang Anda rasakan parah.  Apapun penyebab yang mendasarinya, Anda juga harus berkonsultasi ke dokter jika rasa sakit yang muncul lebih dari dua hari dan disertai dengan demam, sesak napas, sakit luar biasa ketika membuka mulut, warna merah yang tidak wajar pada gusi, serta keluarnya cairan yang berbau tidak sedap. Metode pengobatan yang dilakukan dokter akan bergantung pada penyebab sakit gigi yang Anda alami. Misalnya, dokter mungkin akan melakukan penambalan jika gigi Anda berlubang atau perawatan saluran akar gigi jika lubangnya sudah mencapai pulpa (mengenai syaraf gigi). Dokter juga mungkin akan melakukan prosedur cabut gigi jika hal tersebut memang satu-satunya jalan terbaik. Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi di Rumah Beberapa cara mengobati sakit gigi di bawah ini mungkin bisa dijadikan pertolongan darurat sebelum Anda pergi ke dokter. Berikut 3 cara mudah dan sederhana yang bisa Anda lakukan guna meredakan sakit gigi untuk sementara waktu: 1. Kompres Pakai Es Batu Sakit gigi berlubang biasanya disertai dengan pipi bengkak. Untuk meredakan kondisi tersebut, Anda bisa mengompres pipi yang bengkak dengan es batu. Cara mengobati sakit gigi satu ini termasuk yang paling mudah dan sederhana.  Selain meredakan bengkak, kompres dingin juga membantu untuk mengurangi nyeri serta perdarahan ke dalam jaringan gusi.  Kompres dingin dilakukan dengan cara membungkus beberapa keping es batu dalam sebuah handuk kecil. Lalu tempelkan handuk tersebut pada area pipi yang mengalami pembengkakan. Biarkan selama 15 menit-20 menit. Ulangi cara ini setidaknya tiga kali dalam sehari atau sampai bengkak di pipi Anda mereda. 2. Kumur dengan Air Garam Sejak dahulu berkumur pakai air larutan garam merupakan cara mengobati sakit gigi yang paling populer. Air garam terbukti membantu meredakan peradangan serta rasa sakit di gusi dan gigi. Sebelum berkumur pakai air garam, sebaiknya Anda melakukan flossing gigi terlebih dahulu untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi. Kemudian siapkan 1-2 sendok makan garam dapur, lalu larutkan ke dalam segelas air hangat. Gunakan larutan garam tersebut untuk berkumur selama 30 detik, setelah itu buang. Ingat, air larutan garam ini tidak untuk ditelan. Jadi, pastikan Anda memuntahkan air larutan garam setelah berkumur. 3. Obat Pereda Nyeri  Cara mengobati sakit gigi lainnya yang bisa Anda coba di rumah adalah minum obat pereda nyeri. Ada banyak obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek tanpa resep dokter. Pastikan Anda membaca petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label kemasan dengan teliti, khususnya ketika Anda mengalami sakit gigi saat hamil, dibutuhkan petunjuk dokter untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu. Ingat, jika nyeri di gigi Anda tidak juga membaik, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis ke dokter. Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan pengobatan yang tepat. Cara Mengobati Sakit Gigi dengan Bahan Alami Meredakan sakit gigi karena gigi geraham berlubang juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang ada di dapur rumah Anda. Namun bahan-bahan alami tidak selalu aman. Itu sebabnya, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati dan cermat. Selain itu, ingat pula bahwa bahan-bahan alami hanya sebagai pertolongan darurat, bukan sebagai obat penyembuh. Berkonsultasi ke dokter adalah cara terbaik untuk mengobati sakit gigi yang sedang Anda alami. Berikut 3 cara mengobati sakit gigi dengan bahan-bahan alami yang paling populer:  1. Kunyah Bawang Putih Rempah satu ini ternyata menjadi salah satu cara mengobati sakit gigi yang bisa Anda coba di rumah. Bawang putih bersifat sebagai antiseptik dan antibiotik alami yang dapat membantu melawan infeksi. Senyawa allicin yang terkandung dalam bawang putih juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri di gigi Anda. Siapkan satu siung bawang putih yang sudah dikupas lalu potong menjadi dua bagian. Kemudian, letakkan potongan bawang putih mentah tadi di bagian gigi yang sakit. Anda juga bisa mengunyah langsung bawang putih tersebut selama beberapa menit. 2. Daun Jambu Biji Penelitian menyebutkan bahwa daun jambu biji memiliki sifat anti radang yang dapat membantu menyembuhkan luka. Tidak hanya itu saja, daun jambu biji juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melindungi kesehatan gigi dan mulut Anda. Cara mengobati sakit gigi menggunakan daun jambu biji sangat mudah. Anda bisa mengunyah daun jambu biji segar secara langsung.  Akan tetapi, pastikan Anda mencuci bersih daun jambu biji sebelum mengkonsumsinya. Jika tidak suka mengunyah daun jambu biji mentah, cobalah untuk menambahkan daun jambu biji yang sudah dihancurkan ke dalam air mendidih. Setelah menghangat, Anda bisa menggunakan larutan tersebut sebagai obat kumur. 3. Cengkih Minyak cengkih terbukti secara efektif mampu meredakan rasa

Post

Solusi Ampuh untuk Atasi Gigi Ngilu

Saat mengonsumsi  makanan panas atau dingin, rasa ngilu bisa menyerang. Pada orang yang memiliki gigi sensitif, intensitas rasa ngilu yang dirasakan bisa sangat mengganggu. Jika gigi ngilu dibiarkan tanpa  ada solusi, masalah ini bisa berkembang menjadi lebih serius. Jika kamu memiliki gigi sensitif, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum pergi ke dokter. Untuk lebih jelasnya, berikut solusi ampuh untuk bantu atasi gigi ngilu.  1. Menggosok Gigi dengan Benar Menggosok gigi terlalu keras bisa melukai gigi dan membuat lapisan terluar gigi (enamel) rusak. Jika lapisan enamel menipis atau bahkan rusak, ngilu akan semakin sering dirasakan. Gosoklah gigi dengan cara yang benar. Gosok gigi dengan mengikuti arah tumbuhnya gigi, yakni dengan gerakan ke atas dan ke bawah. Selain itu, jangan menekan sikat gigi terlalu keras. Agar tidak merusak lapisan gigi, akan lebih baik jika kamu menggunakan sikat gigi berbulu lembut.  Disarankan juga untuk menunggu minimal 30 menit setelah makan atau minum sebelum menyikat gigi. Hal ini disebabkan reaksi pemecahan zat karbohidrat dalam makanan oleh enzim dalam mulut yang menghasilkan asam. Jika kamu menyikat gigi pada saat mulut sedang asam, gesekan dari sikat gigi pada permukaan gigi dapat mengikis permukaan gigi kamu. 2. Gosok Gigi dengan Pasta Gigi Khusus Gigi Ngilu bisa dipicu oleh penggunaan pasta gigi yang kurang tepat untuk waktu yang lama. Jika ini penyebabnya, cobalah untuk mengganti pasta gigi yang biasa digunakan dengan pasta gigi khusus gigi sensitif. Pasta gigi khusus gigi sensitif mengandung fluoride, zinc dan mineral HAP yang dapat membantu mengurangi rasa ngilu. Kandungan tersebut akan membantu menutup tubulus dentin sehingga penyebaran sensasi ngilu dari permukaan gigi ke saraf juga terhalangi. Perawatan dengan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif membutuhkan  konsistensi dan kesabaran hingga terasa manfaatnya. Biasanya, rasa ngilu mulai berkurang setelah beberapa kali pemakaian rutin. 3. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Gigi Ngilu Rasa ngilu biasanya muncul saat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti yang bersuhu dingin atau panas dan yang memiliki sifat asam atau  manis. Makanan dan minuman yang memiliki cita rasa asam berpotensi mengikis lapisan enamel di gigi. Jadi jika semakin sering dikonsumsi, kerusakan yang ditimbulkan akan semakin parah. Mengurangi makanan dan minuman asam akan sangat membantu menekan risiko munculnya rasa ngilu. Dengan cara ini, kamu juga bisa mencegah kerusakan yang lebih serius. Setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam, sebaiknya segera dinetralisir dengan berkumur dengan air bersih atau mengonsumsi air mineral. *** Perawatan di atas bisa menjadi solusi untuk membantu mengatasi masalah gigi ngilu. Namun jika rasa ngilu tidak berkurang dan masih sering muncul, segera kunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Agar masalah gigi sensitif tidak semakin mengganggu, kamu harus mengubah gaya hidup dan kebiasaan menggosok gigi. Gunakan Pasta Gigi Siwak F Sensitive by Siwak F.

Post

Benar atau Tidak, Siwak Dapat Memutihkan Gigi?

Salah satu cara tradisional untuk membersihkan gigi adalah dengan menggunakan siwak. Penggunaan siwak atau Salvadora persica sendiri sudah diterapkan sejak zaman dahulu oleh masyarakat Arab dengan tujuan untuk memutihkan gigi mereka dan juga terlihat lebih mengkilap. Namun, sekarang ini siwak tak hanya berbentuk batang kering yang dikunyah atau digunakan sebagai alternatif sikat gigi saja. Terdapat produk pasta gigi dan obat kumur yang menggunakan ekstrak siwak demi memberikan penggunanya khasiat dari siwak. Dapatkah siwak memutihkan gigi? Pembentukan noda pada gigi merupakan proses berkelanjutan yang berlangsung sehari-hari. Noda lebih mudah timbul saat Anda mengonsumsi teh, kopi, dan minuman ringan. Pada umumnya, orang menilai kesehatan dan kebersihan gigi dari warna gigi. Saat terlihat putih, Anda mungkin akan menyimpulkan gigi dalam kondisi normal, sehat, atau terawat. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa siwak memang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Manfaat siwak sendiri berhubungan dengan metode penggunaan siwak itu sendiri. Tapi apakah dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung ekstrak siwak dapat memberikan manfaat yang sama seperti menggunakan batang siwak secara langsung? Beberapa peneliti melakukan studi mengenai penggunaan siwak yang dikombinasikan dengan menggunakan sikat gigi biasa. Sebagian besar para peserta menggunakan siwak dalam kajian ini. Hasilnya, hampir 85% peserta merasa mulut lebih segar dan gigi menjadi lebih putih setelah menggunakan siwak. Hasilnya, siwak ternyata memberikan manfaat secara nyata karena para peserta merasakan perbedaan setelah mengombinasikan penggunaan siwak dan sikat gigi biasa. Penelitian lain dilakukan untuk mengetahui efektivitas pasta gigi pemutih yang mengandung ekstrak siwak dengan pasta gigi pemutih lainnya. Kesimpulannya, pasta gigi yang mengandung siwak lebih efektif dalam membersihkan gigi yang memiliki noda akibat teh dan bekas chlorhexidine (obat untuk mengatasi radang gusi/gingivitis). Kandungan dan fungsi ekstrak siwak Siwak memutihkan gigi memang sudah terbukti dari sebuah penelitian. Namun, apa saja komposisi – pdf 142kb yang terdapat dalam siwak sehingga dapat memberi dampak positif tersebut? Selain itu, ekstrak siwak pada pasta gigi telah terbukti aman untuk digunakan bagi orang yang mengalami gingivitis (peradangan gusi). Efek yang diberikan pasta gigi yang mengandung siwak diketahui sama dengan pasta gigi herbal pada umumnya. Dari kajian lain juga ditemukan bahwa pasta gigi yang mengandung ekstrak siwak ternyata lebih baik dalam mencegah potensi timbulnya noda pada gigi. Kajian tersebut membandingkan antara pasta gigi pemutih dengan ekstrak siwak, pasta gigi pemutih lain, dan minum air putih. Kemampuan Salvadora persica atau siwak untuk memutihkan gigi sebagian besar dikarenakan zat dan senyawa yang terkandung di dalamnya.

Post

Tips Memutihkan Gigi Dan Menjaga Putih Alami Gigi

Siapa yang tak ingin memiliki gigi yang putih berkilau? Gigi yang putih dan bersih merupakan salah satu tanda bahwa kita rutin mejaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut denganbaik. Kita tentunya akan lebih percaya diri untuk memamerkan senyum kita jika gigi juga terlihat bersih dan cerah. Lalu bagaimana jika gigi terlanjur terlihat kekuningan dan kurang cerah? Simak tips-tips memutihkan gigi dalam artikel ini! Jika Anda membaca-baca cara memutihkan gigi di internet, Anda akan menemukan berbagai artikel seperti cara memutihkan gigi dengan baking soda atau cara memutihkan gigi dengan garam. Garam dan baking soda dipercaya membantu menghilangkan noda pada lapisan gigi. Namun, karena sifatnya yang abrasif, tidak disarankan untuk melakukan hal ini secara rutin. Memutihkan gigi di dokter gigi Ada banyak produk pemutih gigi instan yang dijual bebas di pasaran, tetapi produk-produk ini tidak disarankan untuk dipakai tanpa konsultasi dengan dokter karena kandungan zat kimia di dalamnya bisa berisiko bagi pemilik gigi dengan kondisi khusus, serta risiko efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Dokter gigi mungkin menyarankan produk pemutih gigi seperti gel pemutih, strip pemutih, pasta gigi pemutih, atau prosedur perawatan gigi seperti dental veneer Veneer adalah lapisan buatan untuk melapisi gigi Anda untuk memperbaiki kontur dan warna gigi. Namun Anda harus mengkonsultasikan  kepada dokter gigi Anda perawatan mana yang paling sesuai dengan kondisi gigi dan mulut Anda. Mempertahankan warna putih cerah gigi Jangan lupa, warna putih alami gigi Anda juga harus dirawat dan dipertahankan! Dengan merawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik, Anda tidak perlu lagi mencari-cari solusi di rumah seperti cara memutihkan gigi dengan baking soda atau cara memutihkan gigi dengan garam. Perawatan gigi dan mulut yang baik bukan hanya akan memelihara warna putih alami gigi, tapi juga mencegah timbulnya noda dan warna kekuningan pada gigi, serta berbagai masalah gigi dan mulut. Anda bisa mencoba berbagai cara memutihkan gigi dan menjaga putih alaminya di atas untuk mendapatkan kembali senyum penuh percaya diri Anda!

Post

Gigi Susu Anak: Pertumbuhan, Masalah dan Cara Perawatannya

Tidak banyak yang tahu jika mengamati perkembangan gigi susu anak sangat penting untuk perkembangan mereka hingga dewasa. Dimulai dari kemunculan gigi susu, lalu kemudian tanggal, dan akhirnya tumbuh gigi permanen. Semua proses tersebut jika gigi dirawat dengan baik, maka akan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak. Perkembangan gigi pada anak dimulai dari proses tumbuh gigi susu atau yang populer dikenal dengan sebutan teething. Proses tumbuh gigi atau teething ini secara spesifik dikenali sebagai proses dimana gigi susu bayi mulai muncul dan keluar dari gusi anak. Meski sebenarnya, pertumbuhan gigi sudah dimulai bahkan saat bayi masih berupa janin dalam kandungan. Proses teething terjadi karena pada saat bayi berada di usia tumbuh gigi, tubuh mengeluarkan zat kimia yang merangsang pemisahan gusi dengan gigi. Proses ini selanjutnya memungkinkan gigi untuk tumbuh terus dan muncul ke permukaan gusi. Ini semua adalah proses yang normal. Terbayang bukan betapa senangnya seorang ibu ketika melihat anaknya mulai tumbuh giginya? Pertumbuhan Gigi Susu Tumbuhnya gigi susu tidak serta-merta semua gigi langsung muncul secara utuh, tapi tentu dimulai dari proses yang perlahan dan sedikit demi sedikit. Jumlah gigi susu yang tumbuh di awal masa teething pun sangat terbatas, tidak langsung lengkap 20 buah. Untuk memahami keseluruhan proses pertumbuhan gigi anak agar Anda bisa memperhatikan dan merawat gigi si kecil, simak poin-poin detailnya berikut ini: 1. 0-3 Bulan pertama: Awal Mula Bakal Gigi Bayi Saat bayi masih berupa janin dalam kandungan, proses pertumbuhan gigi sudah dimulai. Pertumbuhan ini tepatnya dimulai sejak janin masih berusia kira-kira 6 minggu, bahkan belum genap 1 bulan. Perlahan-lahan, janin akan menumbuhkan jaringan cikal bakal gigi saat janin memasuki umur 3 atau 4 bulan. Sampai bayi telah terlahir pun, calon bakal gigi ini masih akan tersembunyi dan biasanya tidak muncul hingga bayi berusia di atas 3 bulan. Namun pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, ada bayi yang lahir dengan gigi yang sudah tumbuh meski masih sangat kecil. Jika hal tersebut terjadi pada anak Anda, ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Gigi anak tetap bisa tumbuh dengan normal tanpa masalah. 2. Usia 3 hingga 8 bulan: Gigi Susu Pertama Muncul Rata-rata, pada umumnya bayi mulai tumbuh gigi pada usia 6 bulan. Namun tingkat pertumbuhan bayi yang berbeda-beda memungkinkan ada kejadian di mana bayi berusia 3 bulan sudah mulai menampakkan giginya. Atau bisa jadi juga si bayi tidak menampakkan giginya hingga berusia 8 bulan. Pada rentang usia 3 hingga 8 bulan ini, gigi susu pertama yang akan muncul adalah gigi seri tengah bawah. Biasanya, akan langsung muncul sepasang gigi seri tersebut perlahan-lahan sehingga sering disebut dengan istilah erupsi gigi. Setelah sepasang gigi seri bawah muncul, selanjutnya akan muncul sepasang gigi seri tengah atas. Pada kebanyakan kasus erupsi gigi, banyak bayi yang akan mengalami demam dan rewel. Hal ini tidak masalah karena merupakan proses yang alami. Si kecil akan merasakan nyeri dan gatal pada gusinya. Saat-saat seperti ini, Anda bisa membantu meringankan gejalanya dengan mengusap gusi si kecil dengan handuk kecil yang sudah dicelupkan pada air dingin atau memberinya teether yang telah dibekukan di lemari es. Rasa dingin dari handuk dan teether beku ini akan meringankan nyeri dan gatal si kecil. 3. Usia 8 hingga 12 bulan: Pertumbuhan Gigi Seri Atas. Pertumbuhan gigi seri si kecil akan berlanjut hingga usia sekitar 12 bulan. Gigi seri samping atas akan muncul. Saat berusia 12 bulan atau 13 bulan, umumnya si kecil sudah memiliki gigi seri atas yang lengkap. 4. Usia 12 hingga 16 bulan: Pertumbuhan Gigi Seri Bawah. Pertumbuhan gigi seri atas biasanya dilanjutkan dengan pertumbuhan gigi seri bawah. Pada usia 12 hingga 16 bulan, gigi seri samping bawah akan keluar perlahan untuk melengkapi jajaran gigi seri lengkapnya. Setelah proses ini selesai, si kecil akan memiliki 8 buah gigi seri lengkap. Si kecil akan mampu untuk menggigit makanan dengan lebih baik. 5. Usia 16 hingga 24 bulan: Pertumbuhan Gigi Taring dan Munculnya Geraham. Pada usia 16 hingga 22 bulan, si kecil akan mulai menumbuhkan gigi taringnya. Biasanya, yang muncul lebih dahulu adalah gigi taring atas. Pertumbuhan gigi taring atas ini akan dilanjutkan oleh gigi taring bawah pada usia 17 hingga 24 bulan. setelah genap berusia 2 tahun, umumnya si kecil sudah memiliki gigi seri lengkap dan gigi taring lengkap. Di masa ini pula, gigi geraham akan mulai tumbuh untuk membantu si kecil mengunyah makanan dengan lebih halus. Pertama-tama akan muncul gigi geraham kecil yang muncul di sebelah taring, setelah itu menyusul kemudian gigi geraham besar setelahnya. Gigi geraham besar sangat penting untuk menghancurkan makanan dan melumatnya hingga mudah ditelan dan dicerna. 6. Usia 2 hingga 4 tahun: Jumlah Gigi Susu Anak menjadi Lengkap. Pada usia 2 hingga 4 tahun, jumlah gigi susu anak akan terus tumbuh dan menjadi lengkap 20 buah. Umumnya di usia ini, si kecil akan memiliki 20 buah gigi susu yang tumbuh dan berfungsi dengan baik. Gigi susu ini akan terus dipakai oleh si kecil hingga semua gigi susu tergantikan oleh gigi dewasa. Proses pergantian ini akan berlangsung dalam waktu yang sangat panjang antara usia 6 hingga 12 tahun. Sekali lagi, tidak masalah jika pertumbuhan gigi sedikit terlambat atau lebih cepat dari estimasi pada umumnya. Asupan gizi dan kondisi kesehatan si kecil turut menentukan kapan gigi susu mulai muncul dan tumbuh sempurna. Masalah-masalah Gigi Susu pada Anak Gigi susu anak tidak terlepas dari masalah gigi. Masalah-masalah ini bisa timbul karena kurangnya kontrol orang tua atau berbagai sebab lainnya, karena itu, ada baiknya Anda mengenal masalah-masalah yang biasa muncul pada gigi susu agar bisa melakukan tindakan pencegahannya sedini mungkin. 1. Gigi Berubah Warna Ada banyak faktor penyebab gigi bisa berubah warna. Faktor yang paling sering ditengarai sebagai sebabnya adalah malas sikat gigi atau anak tidak melakukannya dengan benar. Selain itu, makan makanan tertentu yang dikonsumsi secara rutin dan terus menerus juga bisa menyebabkan perubahan warna gigi. Biasanya perubahan warna ini ditandai dengan gigi yang mulai menguning atau kecokelatan. 2. Gigi Sensitif Masalah gigi sensitif juga tidak luput dialami oleh anak-anak. Penyebab utama gigi sensitif adalah kerusakan enamel yang melindungi bagian terluar gigi. Kerusakan enamel ini adalah akibat dari asam yang diproduksi oleh bakteri-bakteri di mulut saat anak tidak menggosok gigi. Gigi sensitif membuat anak rewel karena merasa nyeri saat-saat tertentu.

Jl. Sepat 691 A, Kauman, Bangil, Pasuruan, Jatim Indonesia

Kontak Info

Telpon : +62 31 329 1655 (ext. 15)

HP/WA: +62 856 2254 765

Email: [email protected]

Website: www.siwakfindonesia.com

Social Media

Scroll to Top